1. Pengertian
IP PBX
IP PBX server adalah sebuah sistim yang
mempunyai fungsi utama menyediakan layanan VoIP (Voice Over IP) mulai dari
registrasi user, call routing, call conference, interactive voice response,
call forwarding, caller id, voice mail dan sebagainya. Dalam sebuah jaringan
VoIP, selain terdapat IP PBX server, juga terdapat beberapa client yang dapat
saling berkomunikasi dengan baik dengan perantaraan IP PBX ini. Prinsip kerja
dari sistim layanan VoIP adalah sebagai berikut : Client-client yang terhubung
dalam sistim tersebut mempunyai nomor IP Address sendiri. Untuk bisa
berkomunikasi antar client, maka masing-masing client harus ter-register di IP
PBX Server. Setelah diregistrasi, setiap client akan mendapat nomor user (user
account). Sebuah client, jika ingin berkomunikasi dengan client lain harus
men-dial nomor user dari client tujuan sesuai dengan nomor registrasi yang
diberikan oleh IP PBX server. Komunikasi antar client ini selalu dimonitor oleh
server.
Asterisk adalah salah satu software Server VoIP yang
didistribusikan melalui GPL (GNU General Public License) dimana seperti
software open source lainnya, dapat didownload gratis dari internet. Asterisk
disebut sebagai IP PBX, karena memiliki fungsi dan kemampuan layaknya PBX namun
berbasis IP.
Gambar 1.1 Asterisk IP PBX Card ( TDM400P )
Sebuah IP PBX bisa hanya terdiri dari sebuah Wild
Card saja, bisa pula ditambahkan FXO Module dan FXS Module. Fungsi Wild Card
adalah menjalankan aplikasi VoIP pada jaringan IP, sedangkan FXS (Foreign
Exchange Station) Module berfungsi sebagai interface antara Wild Card dengan
terminal analog telepon, dan FXO (Foreign Exchange Office) Module berfungsi
sebagai interface antara Wild Card dengan jalur telepon analog (POTS). Jika
sebuah IP PBX sudah dilengkapi dengan FXS dan FXO Module maka IP PBX tersebut
dapat mengintegrasikan jaringan IP dengan jaringan teleponi. Seperti dijelaskan
sebelumnya, di dalam jaringan VoIP selain terdapat IP PBX Server juga terdapat
beberapa client. Ada dua jenis client yang dapat dihubungkan dengan IP PBX
server (selain client pesawat telepon analog), yaitu Client IP Phone dan
Softphone. IP Phone berbentuk pesawat telepon yang koneksinya berbasis IP.
Karena berbasis IP, IP Phone mempunyai konektor jaringan seperti RJ45, wireless
LAN dan USB, serta mempunyai konfigurasi IP seperti perangkat jaringan yang
lain. Umumnya IP Phone dilengkapi dengan display untuk konfigurasi jaringan dan
koneksi atau registrasi ke server VoIP. Softphone merupakan aplikasi VoIP
client yang dapat di install di PC (baik desktop maupun laptop) atau PDA.
Konfigurasi yang dilakukan di Softphone kurang lebih sama dengan IP Phone
terutama untuk registrasi ke server VoIP, hanya saja softphone lebih fleksibel
dalam memilih codec yang akan digunakan, bahkan untuk software tertentu seperti
X-lite versi terbaru dilengkapi dengan tuning QoS di sisi client


(a).
IP Phone ( Cisco 7960 IP Phone ) (b). Softphone ( X-Lite )
Gambar 1.2 Bentuk Ip Phone dan Tampilan
Softphone pada PC Client
2. Konfigurasi
Jaringan
Konfigurasi jaringan yang akan dibuat
dalam praktikum ditunjukkan pada gambar 1.3. Peralatan yang diperlukan untuk
membuat jaringan tersebut adalah sebagai berikut :
- - 8 buah PC (6 PC sebagai Server dan 2 PC
sebagai Client, masing-masing dilengkapi dengan Headset)
- - 6 buah IP Phone
- - 4
Linksys wireless-G IP Phone.
Gambar 1.3 Konfigurasi Jaringan VoIP
secara Keseluruhan
Akan dibuat 6 grup, masing-masing grup
dilayani oleh IP-PBX. IP-PBX 1 melayani segment 1 yang meliputi softphone (101)
dilengkapi dengan headset, IP Phone (102). Untuk grup yang lain bisa dilihat
pada gambar 8.3. Hubungan antar grup bisa dilihat dengan penjelasan dibawah
ini:
-
IP PBX 1 dari grup 1
terhubung ke IP PBX 2 dari grup 2 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa
saling berkomunikasi.
-
IP PBX 3 dari grup 3
terhubung ke IP PBX 4 dari grup 4 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa
saling berkomunikasi.
-
IP PBX 5 dari grup 5
terhubung ke IP PBX 6 dari grup 6 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa
saling berkomunikasi.
Untuk lebih jelasnya contoh konfigurasi antar 2 grup bisa dilihat pada gambar 1.4
dibawah ini:
Gambar 1.4 Konfigurasi Jaringan
VoIP Antar IP PBX 1 dan IP PBX 2
1.
Konfigurasi IP PBX
Perintah-perintah
konfigurasi di bawah ini berlaku hanya untuk grup 1, untuk grup-grup yang lain
hanya tinggal mengubah nomor member sesuai dengan konfigurasi jaringan pada
gambar 1.3
A. Konfigurasi untuk registrasi user lokal dan hubungan antar IP-PBX
Bagian ini berisi
konfigurasi file sip.conf dimana user VoIP ter-register. Untuk melakukan
registrasi, edit file sip.conf dengan mengetik vi
/etc/asterisk/sip.conf. Pastikan bahwa seluruh perintah pada file ini sudah
di-non aktifkan. Untuk memudahkan mencari perintah-perintah yang belum di non
aktifkan, pada saat masuk ke file sip.conf, ketik Shift : syntax on,
perintah yang belum di-non aktifkan akan berwarna selain biru. Pada tombol
keyboard pilih insert untuk bisa me-nonakaktifkan perintah yang masih aktif.
Selanjutnya, ketik perintah di bawah ini pada bagian paling akhir dari isi file
sip.conf.
[general]
context=default
port=5060
bindaddr=0.0.0.0
srvlookup=yes
tos=0x18
videosupport=yes
;register ke asterisk IP-PBX 2
register =>200:200@No.IP IP PBX 2
;softphone
[101]
type=friend
username=101
secret=101
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip00"
context=komdig
canreinvite=no
mailbox=101@komdig
;ip-phone
[102]
type=friend
username=102
secret=102
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip01"
context=komdig
canreinvite=no
mailbox=102@komdig
;outgoing trunk
[100]
type=friend
username=100
secret=100
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip02"
context=komdig
canreinvite=no
;incoming trunk
[No.IP IP PBX 2]
type=friend
username=200
secret=200
context=komdig
host=No IP IP PBX 2
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid=No IP IP PBX 2<200>
fromuser=200
fromdomain=No. IP IP PBX 2
B. Dial Plan
Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar extension baik
yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial
trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf.
Secara umum, setiap
extension dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang ter-register ke
Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor extension sama dengan id user.
Dial Plan yang dibuat meliputi :
a. Dial antar extension dalam satu IP-PBX.
b. Dial antar extension antar IP-PBX.
Untuk mengkonfigurasi dial plan, edit file extensions.conf dengan
mengetik
vi /etc/asterisk/extensions.conf. Pastikan bahwa seluruh perintah pada
file ini sudah dinon aktifkan. Ketik perintah di bawah ini pada bagian paling
akhir dari isi file
extensions.conf.
;dial antar ekstension pada IP-PBX1
[komdig]
exten => 101,1,Dial(SIP/101,20)
exten => 101,2,Hangup
exten => 102,1,Dial(SIP/102,20)
exten => 102,2,Hangup
;dial plan ke IP-PBX 2(tekan kode akses 2)
exten => _2X.,1,Dial(SIP/No. IP IP PBX 2/${EXTEN:1})
exten => _2X.,2,Hangup
Setelah semua konfigurasi diketik dan disimpan, lakukan restart
Asterisk dengan mengetik /etc/init.d/asterisk restart. Kemudian jalankan
Asterisk dengan mengetik
asterisk –r.
Untuk konfigurasi di IP
PBX Server yang lain caranya sama dengan di atas. Pada file sip.conf,
tentukan dulu berapa nomor dari user account-nya (berawalan angka
berapa, berapa panjang digitnya, berapa buah user yang terhubung, berapa nomor
user acount untuk terhubung ke IP PBX lain dan berapa nomor trunk dari IP PBX
lain). Pada file extensions.conf, tentukan jenis dial untuk IP Phone,
Softphone, serta wireless IP Phone. Perlu ditentukan pula cara men-dial user di
IP PBX Server yang lain.
1) Praktikum dibagi menjadi 6 grup. Grup 1 mengkonfigurasi IP PBX 1,
grup 2 dengan IP PBX 2, grup 3 dengan IP PBX 3 dan grup 4 dengan IP PBX 4, grup
5 dengan IP PBX 5, serta grup 6 dengan IP PBX 6. Lakukan konfigurasi
masing-masing IP PBX seperti yang dijelaskan pada pembahasan Konfigurasi
Jaringan.
2) Lanjutkan dengan men-setting IP-Phone dan Softphone yang
disediakan di masing-masing grup sebagai berikut :
(1). Setting IP Phone
·
Untuk membuka dan menutup
Lock (yang digunakan untuk meng-edit konfigurasi) tekan : **# pada keypad.
·
Tekan Setting à Pilih SIP Configuration à Pilih Line 1 Setting
Isi : Name, Shortname,
Authentication Name, Autentication Password dengan nomor pesawat yang sudah
didefinisikan di register IP PBX (contoh : 101 untuk grup 1 dan 201 untuk grup
2).
Pada Display Name,
ketik sembarang.
Pada Proxy Address à ketik Nomor IP dari IP PBX server.
Pada Proxy Port à biarkan.
Pada Outbond Proxyà sama dengan Proxy Address.
·
Menggunakan IP Phone. Tekan
nomor user account yang akan didial (perhatikan, jika mendial antar IP PBX,
ketik nomor awal sebelum user account).
(2.)
Setting Softphone X-Lite 3.0
Install program X-Lite 3.0.
Setelah penginstalan, lakukan setting sbb:
Ø Masukkan user account (contoh : 100 untuk grup 1, 200 untuk grup 2
dan 300 untuk grup 3). Buka jendela konfigurasi à pilih SIP Account à klik Add, isi : Display Name à ketik sembarang nama. Username dan password à ketik user account di atas. Domain à ketik nomor IP dari IP PBX dimana Softphone 1 tersebut
menjadi user. Jika sudah selesai, klik Ok.
- Klik
untuk membuka jendela konfigurasi.
- Pilih SIP
Acount Settings untuk memasukkan user account.
Gambar
1.5 Tampilan SIP Configuration dari X-Lite 3.0
Keterangan :
- Isikan nama user / account anda pada kolom Display Name
- Isikan terserah anda pada kolom User Name
- Isi Password pada kolom Password
- Isi Domain pada kolom dengan isi voiprakyat.or.id
- Klik OK untuk menyetujui pembuatan account
Ø Menggunakan Softphone. Ketik nomor yang akan didial
(perhatikan, jika mendial antar IP PBX, ketik nomor awal sebelum user account) Ã klik Dial (tombol telepon warna hijau).
Ø Jika akan digunakan untuk Call, siapkan headset. Pilih Call
pada pilihan Call & Contact.
Ø Jika akan digunakan untuk chatting (instant message), pilih
Contact (sebelumnya isikan dulu identitas user yang akan dikontak pada phonebook).
Pilih User yang akan dikontak Ã
pilih Instant Message.
Ø Jika akan digunakan untuk fasilitas video, pastikan PC sudah
dilengkapi dengan Webcam. Klik tombol di sebelah kiri gambar softphone. Hubungi nomor user
yang akan dikontak (dilengkapi Webcam juga). Setelah Call Established,
klik tombol Start, maka gambar lawan bicara kita akan tampil pada
display softphone kita. Jika ingin menghentikan tampilan gambar, klik tombol Stop.
(3)
Setting LINKSYS IP Phone SPA 942
Keterangan :
1. Port untuk Hand set
telepon
3. Port untuk Adaptor Power
supply
4. Port untuk WAN
5. Port untuk PC / Switch
6. Port untuk RJ 11
Cara Memasang perangkat IP
Phone SPA942
§ Pasang Adaptor Power Supply
§ Pasang Handset Telepon
§ Pasang Kabel UTP pada port yang berlabel PC / Switch
§ Tunggu lampu indicator pada IP Phone sampai berwarna kuning
berarti IP Phone siap untuk di konfigurasi
Konfigurasi IP Phone menggunakan Web Browser
§ Kita lihat dulu IP yang di di peroleh oleh IP Phone dengan cara : Tekan tombol
kemudian
pilih Network, lalu tekan Select, setelah itu
gunakan tombol panah ke bawah untuk melihat IP yang diperoleh oleh IP Phone
Secara DHCP. Misalkan IP nya :10.252.101.1pada IP Phone, kemudian tekan tombol panah ke bawah
§ Buka Web Browse (Internet Explorer atau Mozilla ) kemudian
ketikkan IP yg diperoleh IP Phone tadi http://10.252.101.1
maka akan tampil gambar sebagai berikut:
Lalu klik menu Ext 1 maka akan tampil gambar seperti dibawah ini :
Setelah kita masuk ke menu Ext 1 kemudian edit menu dibawah
ini :
General
Line Enable = yes
NAT Setting
NAT Mapping Enable = no
NAT Keep Alive Enable = no
SIP Settings
SIP Port = 5060
SIP Debug Option = none
Call Feature Settings
Message Waiting = no
Default Ring = 1
Proxy and Registration
Proxy = 10.252.101.11 ( No IP Server )
Make Call Without Reg = yes
Ans Call without Reg = yes Register = yes Register Expires = 3600
Subscriber Information
Display Name = 100 ( nomor client yang dibuat )
Password = 100 (diisi nomor client )
User ID = 100 ( diisi nomor client )
User Auth ID = no
Audio Configuration
Preferred Codec = G711u
Silence Supp Enable = no
Use Pref Codec Only = yes
DTMF Tx Method = AVT
Setelah
melakukan Pengisian, lalu tekan Submit All Changes maka akan
muncul tampilan seperti di bawah ini, kemudian kita close Web browse nya dan IP
Phone siap digunakan.
(4) Setting
Wireless-G IP Phone WIP 330
Keterangan :
1. Power
Led
2. Soft
key
3. Navigation
Pad and Center Selection Key
4. Call
5. Different
key Choices or + Sign
6. Key
Choice
7. Soft
key
8. Power
or End Call
9. Enter
Symbol or Space
Konfigurasi WIP 330
a. Hidupkan
Wireless WIP 330 dengan cara menekan tombol Power or End Call
b. setelah
nyala kita akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini, kemudian pilih pilihan menu
c. Setelah
memilih pilihan menu kita akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini, kemudian
kita pilih wireless.
d. Setelah
kita pilih menu Wireless, kita pilih Set Wifi maka kita
akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini,kemudian kita setting secara
berurutan seperti gambar
Scan Wireless Networks
Acces Point
Pilih Acces Point Cyber
Proses Koneksi ke Acces
Point
Masukkan password untuk koneksi Ke Acces Point :
1501231504
Koneksi ke Acces Point telah berhasil
Setelah
Wireless – G WIP 330 tergabung dalam jaringan Wireles Acces Point dan sudah di
beri IP Addrees oleh Acces Point maka langkah kita selanjutnya adalah
mengkonfigurasi SIP Setting
e. Konfigurasi
SIP Setting
Sekarang kita pilih SIP
Setting , kemudian kita edit menu yang perlu di edit yang akan di
tunjukkan pada tampilan di bawah ini :
Lalu
edit seperti dibawah ini :
Proxy IP = IP Server IPPBX
Proxy Port = 5060
Register Proxy IP = IP Server IPPBX
Register Proxy Port = 5060
Outbound Proxy IP = IP Server IPPBX
Outbound Proxy Port = 5060
Expire Time = 3600
Display Name = Nomor Register di Server
Phone Number = Nomor Register di Server
User Name = Nomor Register di Server
Password = Nomor Register di server
Payload Type = G.711a, G.711u, G729
Packet Time = Small
DTMF Relay = Disable
UDP Port = 5060
RTP Port = 2070
Session Timer = 0
SIP Format = Normal
Setelah kita edit semua menu yang ada di SIP setting, maka
Wireless – G WIP 330 siap untuk digunakan.Sekian dulu dari kami sampai berjumpa di postingan selanjutnya........:) :) :)