cursor

Blue Fire Pointer

Rabu, 20 April 2016

Cara Menghitung Network ID, Broadcast ID dan Range IP Address

Cara Menghitung Network ID, Broadcast ID dan Range IP Address



RUMUSAN:

1. Network ID(Network Subnet ID) dapat dicari dengan melakukan operasi AND antara IP Address dan Subnet Mask-nya

2. Broadcast ID dapat dicari dengan merubah semua bit host pada NID dengan angka biner 1

3. Range host IP pada NID tersebut merupakan IP NID+1 hingga IP BID-1

4. Maksimum Usable Subnet (banyak subnet maksimal yang bisa dibentuk dan dipakai) pada Subnet Mask tersebut ditentukan dengan terlebih dahulu mengetahui IP tersebut masuk dalam kelas IP mana dan bit yang dipinjam sebagai Subnet ID. Lalu gunakan rumus = 2 pangkat jumlah bit yang dipinjam sebagai Subnet Mask - 2

5. Maksimum Usable Host (banyak host maksimal yang bisa dibentuk dan dipakai) pada Subnet Mask tersebut ditentukan juga dengan terlebih dahulu mengetahui IP tersebut masuk dalam kelas IP mana dan bit yang tersisa sebagai Host ID. Lalu gunakan rumus = 2 pangkat jumlah bit yang tersisa sebagai host ID - 2

———-**********———-*********———-*********———-

CONTOH KASUS !!! :)

Diketahui:

IP Address : 172.168.11.5
Netmask : 255.255.255.240

Ditanyakan:

Hitunglah:
a) Network ID!
b) Broadcast ID!
c) Range IP Address yang bisa dipakai!

Dijawab:

IP Address:
172.168.11.5
kita ubah ke biner menjadi:
10101100.10101000.00001011.00000101

Netmask:
255.255.255.240
kita ubah ke biner menjadi:
11111111.11111111.11111111.11110000

a.) Network ID = IP Address AND Netmask
10101100.10101000.00001011.00000101 (IP Address) AND
11111111.11111111.11111111.11110000 (Netmask)

Kita gunakan logika AND. Logika AND memiliki karakteristik dimana jika input bernilai 0, maka outputnya pasti akan bernilai 0. Jika kedua input diberi nilai 1, maka hasil output juga akan bernilai 1, sehingga hasilnya seperti berikut ini:
10101100.10101000.00001011.00000000

diubah ke desimal sehingga menjadi:
172.168.11.0 (Network ID)

Jadi Network ID-nya adalah 172.168.11.0

b.) Broadcast ID = IP Address OR ~Netmask
10101100.10101000.00001011.00000101 (IP Address)
00000000.00000000.00000000.00001111 (Reverse Netmask)

11111111.11111111.11111111.11110000 (Netmask)
00000000.00000000.00000000.00001111 (Reverse Netmask)

Kita gunakan logika OR. Logika OR memiliki karakteristik yang menghasilkan output bernilai 1 apabila ada satu saja input yang bernilai 1. Jadi pada logika OR tidak peduli berapa nilai input pada kedua sisinya, asalkan salah satunya atau kedua-duanya bernilai 1, maka outputnya pasti juga akan bernilai 1, sehingga hasilnya seperti berikut ini:
10101100.10101000.00001011.00001111

diubah ke desimal menjadi:
172.168.11.15 (Broadcast ID)

Jadi Broadcast ID-nya adalah 172.168.11.15

c.) Range IP Address yang bisa dipakai yakni:
Network ID+1 hingga Broadcast ID-1 = 172.168.11.1 - 172.168.11.14

———-**********———-*********———-*********———-

CARA CEPAT:

IP Address : 172.168.11.5
Netmask : 255.255.255.240

Hitunglah Network ID, Broadcast ID, dan Range IP !!!

Cara cepat ini dengan menggunakan rumusan yang saya cantumkan di atas…

Subnet yang tersedia dari 255.255.255.240 adalah….

Rumus: 2^x dimana x adalah jumlah dari angka 1

240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 1 ada 4, jadi 2^4 = 16

Maksimal Subnet yang dapat digunakan = 16

Jumlah Host….

Rumus: 2^y-2 dimana y adalah jumlah angka dari 0

240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 0 ada 4, jadi 2^4-2 = 14

Jumlah Host per-Subnet = 14

Subnet ID dan Broadcast ID….

Rumus : 256 - 240 = 16

Subnet ID = 172.168.11.0

Broadcast ID = 172.168.11.15

Jadi, range IP Address yang bisa dipakai 172.168.11.1 - 172.168.11.14

Selasa, 19 April 2016

Sejarah komputer

Sejarah komputer terus mengalami perkembangan dari generasi ke generasi. Kami akan membahas sejarah itu secara singkat namun lengkap disini. Komputer, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan perangkat yang satu ini. Dari pertama kali dibuat, komputer telah mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat. Kini komputer bukan sekadar untuk olah kata dan data, komputer telah menjadi barang yang "serba bisa". Kita bermain game, mendengar musik, membuat animasi dan film, menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan lain-lain, semuanya dapat diselesaikan dengan komputer. Sistem komputer di kassa supermarket yang dapat membaca kode barang belanjaan, pusat telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia, semuanya menggunakan komputer. Agar tidak ketinggalan, maka kita harus mempelajari komputer sedini mungkin.

Sejarah Komputer dan Perkembangannya

Sejarah Komputer dan Perkembangannya
Tahukah Anda kapan komputer pertama kali dibuat? Dan bagaimana sejarah perkembangannya hingga menjadi komputer secanggih sekarang ini? Nah, pada kesempatan ini kami akan mengajak Anda untuk menengok kebelakang mengetahui bagaimana komputer pertama kali memulai sejarahnya. Kita akan sama-sama melihat komputer berevolusi mengikuti perkembangan zaman hingga mencapai bentuknya seperti sekarang ini, selamat membaca.

Sejarah Komputer Generasi I - V

Asal-usul sejarah perkembangan komputer tak dapat lepas dari kebutuhan manusia untuk dapat mengetahui berapa hasil dari suatu perhitungan, mulai dari perhitungan yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Agar dapat memperoleh suatu informasi dengan tepat dan cepat, manusia selalu berusaha mencari dan menemukan suatu alat bantu hitung dan pengolah data yang lebih baik. Pada mulanya seluruh alat bantu hitung digerakkan secara manual dengan tenaga manusia (Periode Manual Tahun 1000 SM - 1641 M), kemudian alat bantu hitung berkembang menggunakan tenaga penggerak mekanik menggunakan roda bergigi yang digerakkan tangan (Periode Mekanis 1642-1885). Pada perkembangan selanjutnya, alat bantu hitung, mesin mekaniknya mulai menggunakan tenaga listrik (Periode Elektromekanis 1886 - 1945), dan pada perkembangan terakhir menggunakan sirkuit elektronik (Periode Elektronik 1946 - sekarang).

Pada Periode Elektronik inilah kita mulai memasuki generasi komputer. Berikut ini penjelasan masing-masing dari generasi komputer tersebut:

Komputer Generasi I

Sejarah komputer generasi pertama mulai hadir pada tahun 1946 - 1956, beberapa ciri utama dari generasi ini di antaranya:
  • Menggunakan tabung hampa udara (vacuum tubes) sebagai sirkuitnya.
  • Ukuran fisik komputer besar sehingga memerlukan ruangan yang luas serta memakai daya listrik yang besar.
  • Memiliki media penyimpanan luar berupa magnetik tape atau magnetik drum.
  • Hanya dapat dikendalikan oleh bahasa mesin (machine language) 
Adapun contoh komputer generasi pertama ini di antaranya:

ENIAC (Electronik Numerical Integrator and Computer)

ENIAC sejarah komputer
ENIAC (Electronik Numerical Integrator and Computer) yang dikembangkan tahun 1946 oleh John W. Mauchly dan J. Presper Eckert dari Universitas Pennsylvania merupakan First General Purpose Electronic Computer.

UNIVAC (Universal Automatic Computer)

UNIVAC sejarah komputer
UNIVAC (Universal Automatic Computer) sudah menggunakan pita magnetik sebagai media input dan outputnya. Merupakan komputer komersial pertama yang dipakai oleh Biro Sensus Amerika Serikat untuk digunakan dalam menghitung sensus penduduk dan sebagai komputer pertama yang dibuat untuk tujuan aplikasi bisnis.

IBM 701 dan IBM650

IBM 701 sejarah komputer
IBM 701 dan IBM650 yang sudah merupakan komputer komersial berukuran besar. Sudah menggunakan magnetik drum untuk media penyimpanan luarnya.

Komputer Generasi II

Sejarah komputer generasi kedua mulai populer pada awal tahun 1960-an. Beberapa ciri utama dari generasi ini di antaranya:
  • Sudah menggunakan transistor untuk sirkuitnya. Transistor dikembangkan di Bell Laboratories tahun 1947.
  • Lebih kecil, cepat, dapat diandalkan, dan hemat energi dibanding generasi komputer pertama.
  • Menggunakan bahasa assembly yang terdiri dari singkatan-singkatan untuk menggantikan kode biner
Contoh komputer generasi kedua yang dikembangkan saat itu adalah IBM 1401. Sejak tahun 1965, sebagian besar bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi ini untuk mengolah informasi keuangan.

IBM 1401 sejarah komputer

 Komputer Generasi III

Adapun contoh komputer generasi ketiga ini di antaranya:

IBM S/360

IBM S/360 sejarah komputer
IBM S/360 yang dirancang untuk bisnis dan teknik.

GE 600 dan GE 235 

GE 235 sejarah komputer
General Electric mengeluarkan GE 600 dan GE 235.

NCR Century

NCR Century sejarah komputer
National Cash Register mengeluarkan NCR seri Century

Komputer Generasi IV 

Sejarah komputer genarasi keempat (1971), beberapa ciri utama dari generasi ini di antaranya:
  • Mulai dikembangkan komputer micro yang menggunakan prosesor dengan general purpose microprocessor yang dikembangkan oleh Intel (Intel 8080)
  • Mulai digunakannya LSI (Large Scale Intergartion) yang merupakan pemadatan beribu-ribu IC (Integrated Circuit) dalam sebuah chip. Kemudian dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration). 
  • Pada generasi ini hampir sebagian besar komputer telah menggunakan sistem operasi dengan konsep GUI (Grapihical User Interface). Seperti sistem operasi Microsoft Windows buatan Microsoft Corp.
Adapun contoh komputer generasi keempat ini di antaranya:

Apple II

Apple II sejarah komputer

Apple II yang dikembangkan oleh Steven Jobs dan Steve Wozniak. Gambar di atas komputer Apple II karya Steven Job dan Steve Wozniak.

IBM PC

IBM PC sejarah komputer

IBM PC dengan kompatibelnya yang diproduksi massal oleh berbagai perusahaan sehingga komputer micro memasyarakat hingga saat ini. IBM PC terus berkembang mulai dari IBM PC/XT, IBM PC/AT, IBM PC/386, IBM PC/486 menggunakan microprocessor intel 8088, 80286, 80386, 80486, selanjutnya menjadi seri Intel Pentium. Yang memproduksi microprocessor selain perusahaan Intel, ada juga perusahaan AMD (Advanced Micro Devices).

Komputer Generasi V

Sejarah komputer generasi V dikembangkan sejak tahun 1985, beberapa ciri utama dari generasi ini di antaranya:
  • Di Jepang didirikan ICOT (Institute for new Computer Technology) untuk mengembangkan komputer generasi kelima, yaitu menciptakan komputer yang powerfull dan intelligent.
  • Dikembangkannya sistem komputer yang memiliki unsur artificial intelligence yang dapat mengerjakan tugas dengan karakteristik seperti manusia (intelligent, imagination, dan intuition) dengan natural language (bahasa sehari-hari).

Tokoh Perkembangan Komputer

Dalam sejarah perkembangan komputer, deretan tokoh berikut ini adalah mereka yang berjasa dalam pengembangan tersebut. Di antaranya adalah Charles Babbage, Ada Augusta Byron, Herman Hollerith, Thomas Watson, Bob Noyse dan Gordon Moore, Steven Jobs dan Steve Wozniak, Bill Gates dan Paul Allen, Richard Stallman, Linus Torvalds. Berikut ini kita akan melihat seperti apa jasa para tokoh tersebut:

Charles Babbage

Seorang penemu dan ahli matematik yang lahir di Inggris tahun 1791. Berhasil membuat model mesin yang dinamakan Difference Engine dan merancang Analytical Engine. Di kenal dengan sebuatan Bapak Komputer Modern (Father of the Modern Computer) karena dalam rancangannya Analytical Engine mempunyai lima unsur yang terdapat pada komputer modern, yaitu:
  • Alat masukan (input device).
  • Tempat penyimpanan data yang akan diproses.
  • Alat pemrosesan.
  • Unit pengontrol pengolahan
  • Alat keluaran (output device) 

Ada Augusta Byron

Dikenal sebagai programmer pertama (First Computer Programmer) karena membantu mengembangkan instruksi untuk menjalankan Analytical Engine.

Herman Hollerith

Tahun 1886 membuat Tabulating Machine yang digunakan untuk menghitung hasil sensus penduduk Amerika Serikat di tahun 1890 dengan cepat. Tahun 1896 mendirikan Tabulating Machine Company dan tahun 1924 melakukan merger dengan dua perusahaan lain dan membentuk International Business Machines Corporation - IBM Co.

Thomas Watson

Pada tahun 1924 – 1956, memimpin International Business Machines (IBM) dan berhasil membawa IBM mendominasi pasar sebagai pemasok mesin pengolah data dan mulai menjadi pengembang komputer ternama. Sejak tahun 1981, IBM memasuki bisnis komputer mikro dengan memperkenalkan IBM PC.

Bob Noyce dan Gordon Moore

Tahun 1968 mendirikan Intel dan tahun 1971 memperkenalkan microprocessor pertama (4004).

Steven Jobs dan Steve Wozniak

Tahun 1976 memperkenalkan Apple I, yaitu komputer pertama dengan keyboard dan layar. Membentuk perusahaan Apple Computer Inc. dan mengembangkan Apple II. Perusahaan Apple pertama kali mengembangkan penggunaan mouse pada personal computer-nya di tahun 1983.

Bill Gates dan Paul Allen

Sebagai pendiri perusahaan Microsoft. Tahun 1980 IBM memilih Microsoft untuk mengembangkan sistem operasi bagi IBM PC dan hasilnya adalah sistem operasi yang dikenal dengan nama MS-DOS. Tahun 1990 perusahaan Microsoft mendominasi pasar perangkat lunak (software) dengan semakin luasnya penggunaan sistem operasi Microsoft Windows dengan berbagai program aplikasi untuk keperluan bisnis, teknik, pendidikan, dan pribadi.

Richard Stallman

Tahun 1984 mengawali proyek GNU (GNU’s Not Unix), yaitu sistem operasi mirip Unix yang bersifat free software. Tahun 1985 mendirikan lembaga Free Software Foundation yang mensponsori pengembangan free software.

Linus Torvalds

Tahun 1991 mengembangkan sistem operasi Linux yang kemudian disebarluaskan secara Open Source. Sistem operasi Linux banyak diaplikasikan untuk server pada sistem jaringan.

Sekian uraian tentang Sejarah Komputer dan Perkembangannya, semoga bermanfaat. 

Jumat, 09 Oktober 2015

Cara Konfigurasi IP PBX

1.      Pengertian IP PBX
IP PBX server adalah sebuah sistim yang mempunyai fungsi utama menyediakan layanan VoIP (Voice Over IP) mulai dari registrasi user, call routing, call conference, interactive voice response, call forwarding, caller id, voice mail dan sebagainya. Dalam sebuah jaringan VoIP, selain terdapat IP PBX server, juga terdapat beberapa client yang dapat saling berkomunikasi dengan baik dengan perantaraan IP PBX ini. Prinsip kerja dari sistim layanan VoIP adalah sebagai berikut : Client-client yang terhubung dalam sistim tersebut mempunyai nomor IP Address sendiri. Untuk bisa berkomunikasi antar client, maka masing-masing client harus ter-register di IP PBX Server. Setelah diregistrasi, setiap client akan mendapat nomor user (user account). Sebuah client, jika ingin berkomunikasi dengan client lain harus men-dial nomor user dari client tujuan sesuai dengan nomor registrasi yang diberikan oleh IP PBX server. Komunikasi antar client ini selalu dimonitor oleh server.


Asterisk adalah salah satu software Server VoIP yang didistribusikan melalui GPL (GNU General Public License) dimana seperti software open source lainnya, dapat didownload gratis dari internet. Asterisk disebut sebagai IP PBX, karena memiliki fungsi dan kemampuan layaknya PBX namun berbasis IP.
Gambar 1.1 Asterisk IP PBX Card ( TDM400P )
Sebuah IP PBX bisa hanya terdiri dari sebuah Wild Card saja, bisa pula ditambahkan FXO Module dan FXS Module. Fungsi Wild Card adalah menjalankan aplikasi VoIP pada jaringan IP, sedangkan FXS (Foreign Exchange Station) Module berfungsi sebagai interface antara Wild Card dengan terminal analog telepon, dan FXO (Foreign Exchange Office) Module berfungsi sebagai interface antara Wild Card dengan jalur telepon analog (POTS). Jika sebuah IP PBX sudah dilengkapi dengan FXS dan FXO Module maka IP PBX tersebut dapat mengintegrasikan jaringan IP dengan jaringan teleponi. Seperti dijelaskan sebelumnya, di dalam jaringan VoIP selain terdapat IP PBX Server juga terdapat beberapa client. Ada dua jenis client yang dapat dihubungkan dengan IP PBX server (selain client pesawat telepon analog), yaitu Client IP Phone dan Softphone. IP Phone berbentuk pesawat telepon yang koneksinya berbasis IP. Karena berbasis IP, IP Phone mempunyai konektor jaringan seperti RJ45, wireless LAN dan USB, serta mempunyai konfigurasi IP seperti perangkat jaringan yang lain. Umumnya IP Phone dilengkapi dengan display untuk konfigurasi jaringan dan koneksi atau registrasi ke server VoIP. Softphone merupakan aplikasi VoIP client yang dapat di install di PC (baik desktop maupun laptop) atau PDA. Konfigurasi yang dilakukan di Softphone kurang lebih sama dengan IP Phone terutama untuk registrasi ke server VoIP, hanya saja softphone lebih fleksibel dalam memilih codec yang akan digunakan, bahkan untuk software tertentu seperti X-lite versi terbaru dilengkapi dengan tuning QoS di sisi client

              (a). IP Phone ( Cisco 7960 IP Phone )                                           (b). Softphone ( X-Lite )


Gambar 1.2 Bentuk Ip Phone dan Tampilan Softphone pada PC Client
2.      Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi jaringan yang akan dibuat dalam praktikum ditunjukkan pada gambar 1.3. Peralatan yang diperlukan untuk membuat jaringan tersebut adalah sebagai berikut :
-         -  8 buah PC (6 PC sebagai Server dan 2 PC sebagai Client, masing-masing dilengkapi dengan          Headset)
-         -  6 buah IP Phone
-         - 4 Linksys wireless-G IP Phone.
Gambar 1.3 Konfigurasi Jaringan VoIP secara Keseluruhan
Akan dibuat 6 grup, masing-masing grup dilayani oleh IP-PBX. IP-PBX 1 melayani segment 1 yang meliputi softphone (101) dilengkapi dengan headset, IP Phone (102). Untuk grup yang lain bisa dilihat pada gambar 8.3. Hubungan antar grup bisa dilihat dengan penjelasan dibawah ini:
-    IP PBX 1 dari grup 1 terhubung ke IP PBX 2 dari grup 2 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa saling berkomunikasi.
-    IP PBX 3 dari grup 3 terhubung ke IP PBX 4 dari grup 4 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa saling berkomunikasi.
-    IP PBX 5 dari grup 5 terhubung ke IP PBX 6 dari grup 6 sehingga antar member dari 2 IP PBX ini bisa saling berkomunikasi.
Untuk lebih jelasnya contoh konfigurasi antar 2 grup bisa dilihat pada gambar 1.4 dibawah ini:

Gambar 1.4 Konfigurasi Jaringan VoIP Antar IP PBX 1 dan IP PBX 2

1.      Konfigurasi IP PBX
Perintah-perintah konfigurasi di bawah ini berlaku hanya untuk grup 1, untuk grup-grup yang lain hanya tinggal mengubah nomor member sesuai dengan konfigurasi jaringan pada gambar 1.3
A.  Konfigurasi untuk registrasi user lokal dan hubungan antar IP-PBX
     Bagian ini berisi konfigurasi file sip.conf dimana user VoIP ter-register. Untuk melakukan registrasi, edit file sip.conf dengan mengetik vi /etc/asterisk/sip.conf. Pastikan bahwa seluruh perintah pada file ini sudah di-non aktifkan. Untuk memudahkan mencari perintah-perintah yang belum di non aktifkan, pada saat masuk ke file sip.conf, ketik Shift : syntax on, perintah yang belum di-non aktifkan akan berwarna selain biru. Pada tombol keyboard pilih insert untuk bisa me-nonakaktifkan perintah yang masih aktif. Selanjutnya, ketik perintah di bawah ini pada bagian paling akhir dari isi file sip.conf.
[general]
context=default
port=5060
bindaddr=0.0.0.0
srvlookup=yes
tos=0x18
videosupport=yes

;register ke asterisk IP-PBX 2
 register =>200:200@No.IP IP PBX 2

;softphone
[101]
type=friend
username=101
secret=101
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip00"
context=komdig
canreinvite=no
mailbox=101@komdig

;ip-phone
[102]
type=friend
username=102
secret=102
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip01"
context=komdig
canreinvite=no
mailbox=102@komdig

;outgoing trunk
[100]
type=friend
username=100
secret=100
host=dynamic
nat=no
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid="sip02"
context=komdig
canreinvite=no

;incoming trunk
[No.IP IP PBX 2]
type=friend
username=200
secret=200
context=komdig
host=No IP IP PBX 2
dtmfmode=rfc2833
allow=all
callerid=No IP IP PBX 2<200>
fromuser=200
fromdomain=No. IP IP PBX 2

B. Dial Plan
     Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar extension baik yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf.
     Secara umum, setiap extension dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang ter-register ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor extension sama dengan id user. Dial Plan yang dibuat meliputi :
a.    Dial antar extension dalam satu IP-PBX.
b.   Dial antar extension antar IP-PBX.
Untuk mengkonfigurasi dial plan, edit file extensions.conf dengan mengetik
vi /etc/asterisk/extensions.conf. Pastikan bahwa seluruh perintah pada file ini sudah dinon aktifkan. Ketik perintah di bawah ini pada bagian paling akhir dari isi file
extensions.conf.
;dial antar ekstension pada IP-PBX1

[komdig]
exten => 101,1,Dial(SIP/101,20)
exten => 101,2,Hangup

exten => 102,1,Dial(SIP/102,20)
exten => 102,2,Hangup

;dial plan ke IP-PBX 2(tekan kode akses 2)
exten => _2X.,1,Dial(SIP/No. IP IP PBX 2/${EXTEN:1})
exten => _2X.,2,Hangup
     Setelah semua konfigurasi diketik dan disimpan, lakukan restart Asterisk dengan mengetik /etc/init.d/asterisk restart. Kemudian jalankan Asterisk dengan mengetik
asterisk –r.
     Untuk konfigurasi di IP PBX Server yang lain caranya sama dengan di atas. Pada file sip.conf, tentukan dulu berapa nomor dari user account-nya (berawalan angka berapa, berapa panjang digitnya, berapa buah user yang terhubung, berapa nomor user acount untuk terhubung ke IP PBX lain dan berapa nomor trunk dari IP PBX lain). Pada file extensions.conf, tentukan jenis dial untuk IP Phone, Softphone, serta wireless IP Phone. Perlu ditentukan pula cara men-dial user di IP PBX Server yang lain.
1)   Praktikum dibagi menjadi 6 grup. Grup 1 mengkonfigurasi IP PBX 1, grup 2 dengan IP PBX 2, grup 3 dengan IP PBX 3 dan grup 4 dengan IP PBX 4, grup 5 dengan IP PBX 5, serta grup 6 dengan IP PBX 6. Lakukan konfigurasi masing-masing IP PBX seperti yang dijelaskan pada pembahasan Konfigurasi Jaringan.
2)   Lanjutkan dengan men-setting IP-Phone dan Softphone yang disediakan di masing-masing grup sebagai berikut :
 (1). Setting IP Phone
·         Untuk membuka dan menutup Lock (yang digunakan untuk meng-edit konfigurasi) tekan : **# pada keypad.
·         Tekan Setting à Pilih SIP Configuration à Pilih Line 1 Setting
Isi : Name, Shortname, Authentication Name, Autentication Password dengan nomor pesawat yang sudah didefinisikan di register IP PBX (contoh : 101 untuk grup 1 dan 201 untuk grup 2).
Pada Display Name, ketik sembarang.
Pada Proxy Address à ketik Nomor IP dari IP PBX server.
Pada Proxy Port à biarkan.
Pada Outbond Proxyà sama dengan Proxy Address.
·         Menggunakan IP Phone. Tekan nomor user account yang akan didial (perhatikan, jika mendial antar IP PBX, ketik nomor awal sebelum user account).

(2.) Setting Softphone X-Lite 3.0
              Install program X-Lite 3.0. Setelah penginstalan, lakukan setting sbb:
Ø  Masukkan user account (contoh : 100 untuk grup 1, 200 untuk grup 2 dan 300 untuk grup 3). Buka jendela konfigurasi Ã  pilih SIP Account Ã  klik Add, isi : Display Name Ã  ketik sembarang nama. Username dan password Ã  ketik user account di atas. Domain Ã  ketik nomor IP dari IP PBX dimana Softphone 1 tersebut menjadi user. Jika sudah selesai, klik Ok.
- Klik  untuk membuka jendela konfigurasi.
- Pilih SIP Acount Settings untuk memasukkan user account.
Gambar 1.5 Tampilan SIP Configuration dari X-Lite 3.0

Keterangan : 
- Isikan nama user / account anda pada kolom Display Name
- Isikan terserah anda pada kolom User Name
- Isi Password pada kolom Password
- Isi Domain pada kolom dengan isi voiprakyat.or.id
- Klik OK untuk menyetujui pembuatan account
Ø  Menggunakan Softphone. Ketik nomor yang akan didial (perhatikan, jika mendial antar IP PBX, ketik nomor awal sebelum user account) à klik Dial (tombol telepon warna hijau).
Ø  Jika akan digunakan untuk Call, siapkan headset. Pilih Call pada pilihan Call & Contact.
Ø  Jika akan digunakan untuk chatting (instant message), pilih Contact (sebelumnya isikan dulu identitas user yang akan dikontak pada phonebook). Pilih User yang akan dikontak à pilih Instant Message.
Ø  Jika akan digunakan untuk fasilitas video, pastikan PC sudah dilengkapi dengan Webcam. Klik tombol di sebelah kiri gambar softphone. Hubungi nomor user yang akan dikontak (dilengkapi Webcam juga). Setelah Call Established, klik tombol Start, maka gambar lawan bicara kita akan tampil pada display softphone kita. Jika ingin menghentikan tampilan gambar, klik tombol Stop.

(3) Setting LINKSYS IP Phone SPA 942

Keterangan :
1. Port untuk Hand set telepon
3. Port untuk Adaptor Power supply
4. Port untuk WAN
5. Port untuk PC / Switch
6. Port untuk RJ 11

Cara Memasang perangkat IP Phone SPA942
§  Pasang Adaptor Power Supply
§  Pasang Handset Telepon
§  Pasang Kabel UTP pada port yang berlabel PC / Switch
§  Tunggu lampu indicator pada IP Phone sampai berwarna kuning berarti IP Phone siap untuk di konfigurasi
Konfigurasi IP Phone menggunakan Web Browser
§  Kita lihat dulu IP yang di di peroleh oleh IP Phone dengan cara : Tekan tombol  kemudian pilih Network, lalu tekan Select, setelah itu gunakan tombol panah ke bawah untuk melihat IP yang diperoleh oleh IP Phone Secara DHCP. Misalkan IP nya :10.252.101.1pada IP Phone, kemudian tekan tombol panah ke bawah
§  Buka Web Browse (Internet Explorer atau Mozilla ) kemudian ketikkan IP yg diperoleh IP Phone tadi http://10.252.101.1 maka akan tampil gambar sebagai berikut:
Lalu klik menu Ext 1 maka akan tampil gambar seperti dibawah ini :

      Setelah kita masuk ke menu Ext 1 kemudian edit menu dibawah ini :

General
Line Enable = yes

NAT Setting
NAT Mapping Enable = no
NAT Keep Alive Enable = no

SIP Settings
SIP Port = 5060
SIP Debug Option = none

Call Feature Settings
Message Waiting = no
Default Ring = 1
Proxy and Registration
Proxy = 10.252.101.11 ( No IP Server )
Make Call Without Reg = yes
Ans Call without Reg = yes Register = yes Register Expires = 3600
Subscriber Information
Display Name = 100 ( nomor client yang dibuat )
Password = 100 (diisi nomor client )
User ID = 100 ( diisi nomor client )
User Auth ID = no
Audio Configuration
Preferred Codec = G711u
Silence Supp Enable = no
Use Pref Codec Only = yes
DTMF Tx Method = AVT

        Setelah melakukan Pengisian, lalu tekan Submit All Changes maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini, kemudian kita close Web browse nya dan IP Phone siap digunakan.

(4) Setting Wireless-G IP Phone WIP 330
Keterangan :

1.   Power Led
2.   Soft key
3.   Navigation Pad and Center Selection Key
4.   Call
5.   Different key Choices or + Sign
6.   Key Choice
7.   Soft key
8.   Power or End Call
9.   Enter Symbol or Space
Konfigurasi WIP 330
a.    Hidupkan Wireless WIP 330 dengan cara menekan tombol Power or End Call
b.   setelah nyala kita akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini, kemudian pilih pilihan menu
c.    Setelah memilih pilihan menu kita akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini, kemudian kita pilih wireless.

d.    Setelah kita pilih menu Wireless, kita pilih Set Wifi maka kita akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini,kemudian kita setting secara berurutan seperti gambar
 Scan Wireless Networks Acces Point
Pilih Acces Point Cyber
Proses Koneksi ke Acces Point
 
Masukkan password untuk koneksi Ke Acces Point : 1501231504
Koneksi ke Acces Point telah berhasil


Setelah Wireless – G WIP 330 tergabung dalam jaringan Wireles Acces Point dan sudah di beri IP Addrees oleh Acces Point maka langkah kita selanjutnya adalah mengkonfigurasi SIP Setting
e.   Konfigurasi SIP Setting
Sekarang kita pilih SIP Setting , kemudian kita edit menu yang perlu di edit yang akan di tunjukkan pada tampilan di bawah ini :

Lalu edit seperti dibawah ini :

Proxy IP = IP Server IPPBX
Proxy Port = 5060
Register Proxy IP = IP Server IPPBX
Register Proxy Port = 5060
Outbound Proxy IP = IP Server IPPBX
Outbound Proxy Port = 5060
Expire Time = 3600
Display Name = Nomor Register di Server
Phone Number = Nomor Register di Server
User Name = Nomor Register di Server
Password = Nomor Register di server
Payload Type = G.711a, G.711u, G729
Packet Time = Small
DTMF Relay = Disable
UDP Port = 5060
RTP Port = 2070
Session Timer = 0
SIP Format = Normal

Setelah kita edit semua menu yang ada di SIP setting, maka Wireless – G WIP 330 siap untuk digunakan.Sekian dulu dari kami sampai berjumpa di postingan selanjutnya........:) :) :) 


Selasa, 22 September 2015

PENGERTIAN DNS DAN DHCP



1. Domain Name System ( DNS )
                Domain Name System ( DNS ) adalah suatu system yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan computer atau internet ditranslasikan menjadi IP Address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan ARSITEKTUR HIERARKI :
a.     - Root-level Domain : Merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik ( . ).
b.     - Top level domain : kode kategori organisasi atau Negara misalnya : .com untuk dipakai oleh perusahaan, .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi, .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu, untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu Negara dengan Negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk Australia.
c.       Second level domain ; merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : Microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.


2. DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol )
                IP Address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL ( DHCP ) atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP Address secara otomatis pada computer yang menggunakan protocol TCP / IP. DHCP bekerja dengan relasi client server dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP Address yang dapat diberikan pada DHCP Client. Dalam memberikan IP Address ini DHCP hanya meminjamkan IP Address tersebut jadi pemberian IP Address ini berlangsung secara dinamis.